FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANGKAAN AIR DI BUMI

Disusun Oleh :

Gita Widya Ratna Kemala    (H14080063)

Yulinda Nasti                        (H34080036)

Yessy Marga S.                      ( I34080024 )

Dosen Praktikum : Kastana Sapanli. S.Pi., M. Si.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Air sangat penting bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Manusia memanfaatkan air untuk keperluan sehari-hari seperti untuk mandi, mencuci, dan lain-lain. Termasuk juga untuk kepentingan konsumsi, yaitu sebagai  air minum. Namun diperkotaan sekarang ini cukup sulit dan mahal untuk memperoleh air bersih. Dengan kondisi air bersih diperkotaan yang katanya “Bersih”, masyarakat kota cenderung tidak berani mengambil resiko untuk mengkonsumsi hasil olahan air perkotaan. Hal ini disebabkan oleh adanya pencemaran lingkungan yang ikut berperan dalam pencemaran air bersih sehingga tidak layak dikonsumsi. Padahal, air merupakan karunia Tuhan yang harus dikelola secara bijaksana dengan memperhatikan kepentingan generasi sekarang dan mendatang serta keseimbangan ekologis agar tidak menjadi bencana bagi umat manusia.

Tidak hanya di kota, masyarakat di daerah pedalaman seperti Papua dan NTB pun kesulitan mendapatkan air untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh distribusi air di permukaan bumi yang tidak merata. Pada daerah tersebut, sumber air sangat sedikit dan jauh dari pemukiman sehingga menimbulkan kekeringan bagi warga setempat.

Permasalahan mengenai air bersih ini tentunya wajib menjadi sorotan utama karena sepanjang sejarah peradaban manusia tak pernah lepas dari peranan air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan. Demikian halnya pengelolaan sumberdaya air, dari waktu ke waktu berkembang seiring dengan tingkat peradaban manusia, yang tercermin dalam nilai budaya setempat. Oleh sebab itulah tema ini diangkat dalam rangka menyadarkan kita akan pentingnya menghemat air bersih.

  1. B. Perumusan Masalah
  2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kelangkaan air bersih/tawar?
  3. Bagaimana cara mengatasi kelangkaan air bersih?
  4. C. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini antara lain adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelangkaan air bersih dan cara mengatasinya.

  1. D. Manfaat

Makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi ilmu pengetahuan berupa pengetahuan tentang pemanfaatan air secara hemat untuk mengatasi kelangkaan, serta bermanfaat bagi masyarakat dalam memudahkan dan mengefektifkan penggunaan air.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam rangka untuk memahami dampak dari privatisasi air, sangat penting untuk memahami bagaimana cara menemukan air bersih dan air tawar. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana sedikitnya air tawar yang ada di seluruh dunia, dan juga untuk menunjukkan pentingnya air untuk semua budaya di seluruh dunia. Dengan memahami sifat dari siklus air global, dan penting bagi semua bangsa, kita dapat memahami mengapa air tidak dapat diperlakukan sebagai komoditas, tapi hanya sebagai kebutuhan untuk semua kehidupan.

Siklus air adalah proses di mana air tawar diproduksi. Itu dibedakan menjadi beberapa tahapan yang berbeda. Menurut Department of Atmospheric Sciences di Universitas Illinios di Urbana-Champaign, “Siklus hidrologi dimulai dengan penguapan air dari permukaan laut. Seperti udara lembab diangkat, mendingin dan uap air mengembun membentuk awan. uap air yang diangkut di seluruh dunia sampai kembali ke permukaan sebagai presipitasi. Setelah air mencapai tanah, salah satu dari dua proses mungkin terjadi: 1) sebagian air dapat menguap kembali ke atmosfir, atau 2) air dapat menembus permukaan dan menjadi air tanah. Air tanah baik dengan cara merembes ke laut, danau, dan sungai, atau dilepaskan kembali ke atmosfer melalui transpirasi. Neraca air yang tersisa di permukaan bumi adalah air hujan, yang bermuara danau, sungai, dan sungai dan dibawa kembali ke lautan, di mana siklus dimulai lagi.” (Universty of Illinois WW2010 project).

Fakta dan Angka Mengenai Air Bersih di Dunia

  • Air meliputi 75% dari permukaan bumi. Jumlah total air di bumi hampir sama dari tahun ke tahun berikutnya, seperti yang beredar di antara lautan, tanah dan atmosfir dalam siklus penguapan dan curah hujan. Siklus hidrologis ini merupakan dasar bagi berfungsinya bumi sebagai pendaur ulang air, dan memiliki peran dalam memodifikasi dan mengatur iklim bumi.
  • Hampir 98% dari air bumi adalah lautan. Air tawar berjumlah kurang dari 3% air di bumi, dan lebih dari dua pertiga dari ini berada dalam bentuk es di kutub dan gletser. Danau air tawar dan sungai-sungai hanya 0,009% dari air di bumi dan air tanah berjumlah lebih dari 0,28%.
  • Air sangat penting bagi semua bentuk kehidupan. Sebagai contoh, air merupakan 60-70% berat tubuh organisme hidup dan sangat penting untuk fotosintesis. Kelangsungan hidup dari semua kehidupan di Bumi terutama ditentukan oleh adanya air, yang tidak merata di planet ini. (BBC Science & Nature Homepage).

Tampaknya fakta yang paling relatif adalah bahwa sementara tiga-perempat permukaan bumi dipenuhi air, kurang dari satu persen (0,37% tepatnya) merupakan air tawar. Selain itu air tanah, yang mana kita pompa dari sumur, hanya menyumbang 0,28% dari air tawar di seluruh dunia.

Budaya & Keagamaan SignifikanAir

Bagaimanapun kita tidak bisa hanya menentukan air sebagai komoditas yang akan dinilai dan dijual. Air adalah hak asasi manusia dan sesuatu yang penting bagi semua budaya di seluruh dunia. Hal ini dianggap suci sebagai sumber kehidupan, dan sebagai agen memurnikan dalam banyak agama. Setiap agama memiliki semacam keyakinan atau praktik yang melibatkan air, memberikan posisi terhormat, atau bahkan posisi suci dalam banyak ritual. Air merupakan pusat dari praktik keagamaan dari semua masyarakat adat serta kepercayaan utama agama-agama dunia.

Buddhisme-rahib Buddha menuangkan air ke dalam sebuah mangkuk sebelum mayat dan biarawan lain hadir di pemakaman.

Christianity-Air digunakan dalam ritus pembaptisan, deklarasi publik dan penerimaan iman; seorang individu dapat disiram dengan air atau tenggelam, atau di antaranya. Air melambangkan pemurnian dan penolakan terhadap Dosa. Dalam Perjanjian Baru “air hidup” atau “air kehidupan” mewakili Roh Allah, dan kehidupan kekal.

Hindu-Air melambangkan pemurnian rohani untuk Hindu, di mana mandi adalah ritual pagi. Sering kali ada ziarah ke salah satu dari tujuh sungai suci di India: Gangga, Godavari, Kaveri, Narmada, Saraswati, Sindhu dan Yamuna. Air juga digunakan dalam upacara pemakaman.

Islam-Bagi umat Muslim, air berfungsi sebagai sarana kunci pemurnian, atau pembersihan jiwa. Ada tiga macam pembasuhan: Yang pertama dan paling penting mencuci melibatkan seluruh tubuh; itu adalah wajib setelah berhubungan seks, dan disarankan sebelum salat Jumat dan sebelum menyentuh Quran. Kedua, sebelum masing-masing dari umat Islam salat lima waktu, kepala mereka harus dibasuh, mencuci tangan, lengan dan kaki. Semua masjid menyediakan sumber air, biasanya sebuah air mancur untuk wudhu. Ketika air langka, pengikut Islam menggunakan pasir untuk membersihkan diri, inilah bentuk ketiga dari wudhu.

Yudaisme-orang Yahudi menggunakan air untuk upacara pembersihan, untuk mengembalikan atau mempertahankan keadaan suci. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan adalah wajib. Meskipun ritual mandi, atau mikveh, pernah sangat penting dalam masyarakat Yahudi, sekarang tidak begitu. Namun, mereka tetap wajib untuk bertobat. Pria menghadiri mikveh pada hari Jumat dan sebelum perayaan besar, para wanita menghadiri mikveh sebelum pernikahan mereka, setelah melahirkan dan setelah menstruasi. Kitab pertama Alkitab, Kejadian, menceritakan kisah Penciptaan dan Banjir Besar. Menghukum manusia untuk ketidaktaatan mereka, Allah mengirim hujan lebat ke atas bumi, selama empat puluh hari empat puluh malam. Aman di bahtera, Nuh, keluarganya, dan dua dari setiap jenis binatang saja yang diampuni. Banjir menghanyutkan dosa dunia sehingga bisa dilahirkan kembali, bebas dari kotoran.

BAB III

PEMBAHASAN

Kelangkaan adalah bahwa sesuatu yang kita butuhkan lebih sedikit jumlahnya daripada jumlah yang tersedia. Contoh kondisi ini dapat dilihat pada sumberdaya air. Perlu diketahui bahwa dari 100% jumlah air yang ada di bumi 97% nya adalah air laut yang tidak bisa dikonsumsi karena kadar garamnya yang tinggi, sedangkan total air yang dapat diminum hanyalah 2,5% dari total yang ada di dunia. Kelangkaan akan air bersih ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya pencemaran industri, kurangnya penghijauan, dan adanya konversi ruang terbuka hijau menjadi kawasan budidaya. Kekurangan air dapat dikendalikan dengan pengelolaan sumberdaya air sejak hulu (daerah imbuhan air tanah) hingga hilir (pemanfaatan air). Pengelolaan sumberdaya air tidak lepas dari budaya yang berkembang di masyarakat.
Pada peringatan Hari Air Dunia tahun 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA), yang meliputi 6 komponen, yaitu:

  • Penataan ruang, pembangunan fisik, pertanahan dan kependudukan;
  • Rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi sumber daya air;
  • Pengendalian daya rusak air;
  • Pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air;
  • Penghematan penggunaan dan pengelolaan permintaan air;
  • Pendayagunaan sumber daya air secara adil, efisien, dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan itu, perlu dikembangkan budaya masyarakat Indonesia untuk menjaga kelestarian sumber air. Perilaku yang perlu menjadi budaya di tengah masyarakat adalah kesadaran akan pentingnya penghematan sumberdaya alam, penghematan sumberdaya air, tidak mencemari air, pemanfaatan air hujan, dan peresapan air hujan ke dalam tanah. Selain itu perlunya juga perubahan pola fakir masyarakat tentang pandangannya terhadapa air sebagai barang bebas. Setiap orang sudah seharusnya memandang air sebagai barang ekonomi, bukan lagi sebagai barang bebas. Sebagaimana tercantum pada UU 7/2004 bahwa setiap orang atau badan hukum yang memanfaatkan air mempunyai kewajiban untuk melakukan konservasi. Yang dimaksud dengan upaya konservasi yaitu upaya pengelolaan akan air agar pemanfaatannya tetap berada dalam asas berkelanjutan dan kelestarian. Berikut akan dijabarkan lebih lanjut tentang bagaimana usaha-usaha atau cara-cara untuk mengatasi kelangkaan akan air bersih.

Penghematan Sumberdaya Air

Hemat air, hemat biaya. Tentu slogan ini cukup beralasan. Mari kita perhatikan proses tersedianya air di hadapan kita. Banyak sekali biaya dan energi yang terbuang, mulai dari investasi bangunan air (waduk, sungai, dam, dan sebagainya), penggunaan listrik dan pompa, pemakaian bahan kimia, investasi bangunan pengolahan air, investasi jaringan pipa air, dan biaya operasi dan perawatan sistem penyediaan air. Bila setiap orang melakukan langkah penghematan air, akan banyak biaya yang dapat dihemat dan pelayanan air bersih dapat diperluas kepada masyarakat yang selama ini belum menikmati pelayanan air bersih.

Upaya nyata dalam penghematan air misalnya mencuci mobil seperlunya. Kalau kotoran di mobil bisa dibersihkan tanpa dicuci, mengapa harus dicuci. Banyak sekali contoh lain upaya penghematan yang dapat dilakukan masyarakat.Alasan penghematan air tentu bukan sekadar untuk penghematan biaya. Tapi yang lebih penting dari itu adalah penghematan cadangan air di sumber-sumber air. Penghematan sumber air berimplikasi penting bagi kelestarian air sehingga penyediaan air bersih akan tetap sustainable sepanjang waktu. Kampanye hemat air harus terus dilakukan dengan berbagai media. Peran dan prakarsa dapat diambil oleh pemerintah, pengelola sumberdaya air dan instansi suplai air bersih, masyarakat dan LSM. Pendidikan mengenai air dan lingkungan merupakan bagian utama dalam kampanye kepedulian konservasi lingkungan. Tema-tema kampanye perlu dipilih yang menarik dan menyentuh hati masyarakat. Sebagai contoh poster kampanye hemat air di Singapura: “90 liter air bersih mengalir terus menerus untuk mencuci rambut dengan sampo selama 10 menit. Air sebanyak itu cukup untuk mengisi sebuah botol minuman anak yang kehausan selama 25 minggu”.

Perbaikan Kualitas Air

Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan limbah yang secara langsung atau tidak, akan mencemari perairan. Budaya yang mengakar cukup kuat di tengah masyarakat adalah menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan. Air bekas mandi, cuci, sampah, limbah industri semuanya dibuang ke sungai. Memang, sulit sekali mengubah budaya ini. Upaya yang mungkin dilakukan adalah meminimumkan jumlah limbah dan mengolah limbah hingga ke tingkat yang aman dan tidak mencemari perairan. Pengolahan limbah dapat dilakukan oleh industri dan masyarakat dengan dukungan pemerintah. Dalam skala kecilpun (misal rumah tangga), pengolahan limbah dapat dilakukan. Banyak teknologi pengolahan limbah sederhana dan tepat guna yang dapat dipilih.

Kualitas perairan yang baik akan menguntungkan banyak pihak. Instalasi penjernihan air akan lebih mudah dalam mengolah air, masyarakat dapat memanfaatkan air tanpa khawatir terkena penyakit, ikan akan hidup dengan baik, pemerintah dapat mengembangkan wisata air, dan banyak lagi manfaat yang diperoleh.

Pemanfaatan Air Hujan

Air hujan merupakan air gratis dari langit yang tidak banyak dimanfaatkan. Barangkali, ide pemanfaatan air hujan dianggap sesuatu yang aneh di Surabaya. Tapi bila hal ini dilakukan, maka cukup besar manfaat yang akan diperoleh; penghematan sumberdaya air, penghematan pemakaian air PDAM, mengurangi kemungkinan banjir dan sebagainya.

Selama ini, air bersih dari PDAM digunakan untuk minum, mandi, cuci, menggelontor kloset, membersihkan lantai, menyiram tanaman, mengisi kolam dan lain-lain. Untuk sekadar menggelontor kloset, menyiram tanaman, atau mengisi kolam ikan, tidak perlu air dengan kualitas seperti air minum. Di sinilah air hujan dapat menggantikan air PDAM. Setiap rumah, kantor, hotel, industri dapat membuat bak penampung air hujan dan digunakan untuk keperluan di atas. Pada musim kemarau, bila cadangan air hujan telah habis dapat diganti dengan air tanah atau yang lain.

Sebagai gambaran betapa besar penghematan air PDAM bila air hujan digunakan untuk penggelontoran kloset. Penggunaan air di hotel untuk penggelontoran sekitar 30 liter per hari per kamar. Bila jumlah kamar adalah 100 kamar, maka jumlah air yang dapat dihemat adalah 3000 liter per hari atau 90 meter kubik per bulan.

Peresapan Air Hujan

Banjir sering disebabkan oleh daya tampung saluran drainase yang tidak cukup. Memperbesar saluran drainase bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi maslah banjir ini. Ada cara yang cukup efektif dalam mengatasi masalah ini bila dikerjakan oleh seluruh masyarakat, yaitu setiap rumah wajib membuat sumur resapan untuk meresapkan air hujan yang jatuh di pekarangan rumahnya. Namun upaya ini kurang berjalan baik bila muka air tanah cukup tinggi, seperti di daerah dekat pantai.

Peresapan air hujan ke dalam tanah mampu mengurangi volume limpasan permukaan, sehingga banjir dapat dikurangi. Di sisi lain, upaya ini sangat bermanfaat bagi penambahan cadangan air tanah, sekaligus menghambat intrusi air laut.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Kelangkaan air bersih yang terjadi di bumi dipengararuhi oleh beberapa faktor yakni, adanya pencemaran industri, kurangnya penghijauan, dan konversi ruang hijau terbuka menjadi kawasan industri.

Faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan air ini dapat diatasi dengan :

  1. Penghematan Sumberdaya Air
  2. Perbaikan Kualitas Air
  3. Pemanfaatan Air Hujan
  4. Peresapaan Air Hujan

DAFTAR PUSTAKA

International Year of Water: http://www.wateryear2003.org

United States Geological Survey: http://ga.water.usgs.gov/edu/watercyclegraphichi.html

BBC Science & Nature Homepage:

(http://www.bbc.co.uk/nature/environment/conservationnow/global/freshwater/)

Universty of Illinois WW2010 project: http://ww2010.atmos.uiuc.edu/(Gh)/guides/mtr/hyd/smry.rxml

CBS News: http://www.cbc.ca/news/features/water/

www.usgcrp.gov/usgcrp/ProgramElements/water.htm

http://ga.water.usgs.gov/edu/watercyclesummary.html

http://dels.nas.edu/climatechange/water.shtml

http://www.mnforsustain.org/water_climate_global_water_cycle_study.htm

http://academic.evergreen.edu/g/grossmaz/murphymw/

http://www.crces.org/research_gwc.php

http://www.igospartners.org/docs/theme_reports/IGOS2.DOC

http://www.actewagl.com.au/Education/Water/default.aspx

Comments are closed.